Di hutan yang selalu digambarkan sebagai tempat pohon-pohon berdiri tegak, ada satu pohon yang tumbuh miring. Bukan karena ia ingin berbeda. Bukan karena ia memberontak. Angin hanya selalu datang dari arah yang sama sejak ia masih kecil. Akarnya menyesuaikan. Batangnya menyesuaikan. Daun-daunnya menyesuaikan. Sampai suatu hari, ketika ia sudah cukup tinggi untuk melihat ke sekeliling, ia menyadari bahwa semua pohon lain berdiri lurus. Dan orang-orang yang lewat selalu bilang: pohon yang baik adalah pohon yang tegak. Pohon yang kuat. Pohon yang bisa menahan badai tanpa condong. Pohon yang bisa dijadikan tiang. Pohon miring itu mendengar semuanya. Ia mencoba meluruskan diri. Ia menahan napas. Ia memaksa batangnya ke arah yang “benar”. Tapi setiap kali ia memaksa, ada sesuatu di dalam dirinya yang retak pelan-pelan. Bukan retak yang kasatmata. Lebih seperti retakan di dalam kayu yang hanya bisa didengar kalau kita mendekatkan telinga ke batangnya di malam hari. Maka ia berhenti memaksa. D...
So, this is my life. I just have this happy personality and a sad soul in one body, it feels weird sometimes.