Pernah tidak, kamu merasa sudah berjalan dengan benar, tapi realita justru membelokkanmu ke arah yang sama sekali asing?
Melewati jalan hidup yang memutar itu melelahkan. Bukan cuma fisiknya, tapi juga mentalnya. Keyakinan yang dulunya sekeras batu, perlahan mulai goyah saat waktu terus berjalan dan garis finish seolah sengaja dijauhkan. Kamu mulai mempertanyakan keputusan-keputusan masa lalu, dan meragukan kemampuan diri sendiri.
Namun, jika hari ini ragu itu datang, biarkan ia bertamu. Goyah bukan berarti patah. Jalan memutar ini mungkin sedang menyelamatkanmu dari sesuatu, atau justru sedang mempersiapkanmu untuk sesuatu yang lebih besar.
Percaya saja, tidak ada langkah yang benar-benar sia-sia,
bahkan dalam rute yang memutar sekalipun.

Komentar
Posting Komentar