Kadang kita begitu yakin dengan sebuah garis lurus. Kita merancang kompas, menentukan titik koordinat, dan percaya diri bahwa langkah kaki akan sampai tepat waktu.
Tapi hidup punya petanya sendiri. Ia membawa kita melewati tikungan tajam, jalanan berbatu, bahkan rute memutar yang seolah tak ada ujungnya. Di sinilah keyakinan itu diuji. Saat melihat orang lain sudah sampai di gerbang tujuan, sementara kita masih sibuk menakar arah dalam ketidakpastian.
Jujur, ada masanya keyakinan ini goyah. Pertanyaan "Apakah jalanku keliru?" sering kali berbisik lebih keras dari doa-doa yang dipanjatkan. Namun, mungkin jalan memutar ini bukan untuk menunda, melainkan untuk menempa. Agar saat sampai nanti, kita bukan cuma sekadar "tiba", tapi benar-benar "siap".
Untuk hati yang sedang ragu di rute yang panjang: mari bernapas sejenak. Jalannya memutar, tapi tujuannya tidak pernah hilang.

Komentar
Posting Komentar